

Di Usia Senja, Semangat Mengaji Tak Pernah Padam
Usia bukanlah alasan untuk berhenti belajar. Hal itu tercermin dari sosok Ibu Nisa, seorang ibu yang usianya telah lebih dari 60 tahun, namun tetap memiliki semangat luar biasa untuk terus belajar membaca Al-Qur’an. Setiap hari Kamis, beliau melangkahkan kaki ke RQA (Rumah Qur’an Al-Izzah) untuk mengikuti pembelajaran Al-Qur’an bersama para ibu lainnya.
Di tengah kesibukan dan usia yang semakin bertambah, Ibu Nisa menunjukkan bahwa menuntut ilmu tidak mengenal batas usia. Dengan penuh kesabaran, beliau terus berusaha memperbaiki bacaan, belajar memahami setiap huruf, dan mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh. Mungkin ada bagian yang tidak langsung mudah dipahami, namun beliau tidak menjadikannya sebagai alasan untuk menyerah.
Semangat Ibu Nisa menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju Al-Qur’an adalah perjalanan yang sangat mulia. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Setiap huruf yang dibaca dengan penuh perjuangan adalah bagian dari ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah. Sebab, yang terpenting bukan seberapa cepat kita menguasainya, tetapi seberapa tulus kita terus berusaha dan tidak berhenti belajar.
Kisah Ibu Nisa juga menjadi inspirasi bagi kita semua, khususnya bagi siapa pun yang masih merasa malu, minder, atau berpikir bahwa dirinya sudah terlambat untuk belajar Al-Qur’an. Jika di usia lebih dari 60 tahun beliau masih memiliki semangat untuk duduk bersama Al-Qur’an, maka sudah sepatutnya kita pun tidak menyia-nyiakan kesempatan yang Allah berikan.
Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, dan keistiqamahan kepada Ibu Nisa serta seluruh santri RQA dalam menapaki perjalanan bersama Al-Qur’an. Karena belajar Al-Qur’an bukan tentang usia, tetapi tentang hati yang mau terus mendekat kepada-Nya. 🌿📖
